Crystal Palace
Crystal Palace merupakan gedung pameran atau Exhibition Hall terbesar pertama kali yang dibangun sebagai pertanda berujungnya masa-masa Politik Merkantilisme. Dampak politik Merkantilisme adalah di mana tiap negara di Eropa melakukan proteksi atau peraturan yang ketat terhadap perdagangan luar antar sesama negara-negara kuat di Eropa, dengan memberikan bea masuk yang tinggi dan segala hambatan lainnya. Pameran yang diadakan itu merupakan cerminan dari dimulainya perdagangan luar negeri yang terbuka, negara-negara mulai mengurangi batasan dan hambatan-hambatan itu.
Tidak terlepas dari politik merkantilisme, sekitar abad ke-19, negara-negara Eropa sedang mengalami revolusi Industri dimana banyak sekali yang berubah, pengetahuan sudah berkembang pesat. Material saja contohya banyak yang sudah beralih dari yang tradisional (seperti kayu) kepada yang lebih kuat (seperti baja dan beton). Pada masa pembangunan Crystal Palace merupakan zamannya material baja mengambil alih dunia arsitektur. Banyak bangunan waktu itu menggunakan material baja, entah sebagai struktur, atau dan sekaligus sebagai penambah unsur keindahannya.
Pameran Internasional atau The Universal Exhibition pertama itu diadakan di London, Inggris, tepatnya di daerah Hyde Park. Untuk menyelenggarakan pameran besar itu diadakan sayembara yang bersifat internasional yaitu membuat bangunan sebagai tempat pameran universal itu. Pemenang lomba itu adalah Horeau, namun sayang tak satu pun rancangan itu juga pemenang, dilaksanakan. Kemudian, Joseph Paxton memperbaharui desain untuk bangunan itu. Hasil modifikasi Joseph Paxton adalah bangunan besar yang menutupi lahan seluas 18 hektar dengan diselimuti oleh struktur baja dan kaca.
Bila dilihat sepintas saja, Crystal Palace ciptaan Joseph Paxton terlihat seperti sebuah rumah kaca yang sangat besar. Hal ini memang mempunyai cerita sendiri. Awalnya Joseph Paxton, yang pernah berkerja sebagai tukang kebun di Chatsworth ini membuat rumah kaca besar untuk sebuah perkebunan tanaman lily yang besar, yang strukturnya terbuat dari baja dan kaca cetak. Pengetahuan membuat bangunan berstruktur baja dan kaca itu dia pergunakan sebagai modal pengetahuan dalam membuat Exhibition Hall ini. Ide yang maha besar itu pun dia dapatkan ketika ia sedang menunggu di Midland Railway Station yang baru. Bangunan itu diberi nama Crystal Palace, yang artinya sendiri sebenarnya berupa sindiran terhadapan Exhibition Hall itu.
Secara murni, crystal palace sangat terpengaruh oleh zaman revolusi industri. Material penyusunnya yang terbuat dari besi baja dan kaca sudah terlihat bahwa itu adalah hasil olahan industri. Bangunan itu terdiri dari 3300 buah kolom besi baja, 34 mil panjangnya guttering tube, juga 84.000 m2 kaca. Besi dan kaca itu tidak hanya sebagai penunjang/struktur bangunan saja, tetapi juga bahan utama dan facade bangunan tersebut, serta menjadi kulit bangunan itu. Hal yang menarik dari karya Paxton ini adalah dia bisa memunculkan sisi kemewahan melalui penggunaan bahan besi, padahal karakter besi sangat kental dengan sifat-sifat yang keindustrian. Selain itu volume bangunan yang besar semakin memancarkan kemegahan dari bangunan itu.