Second Vision
Pernahkah kalian, di saat mata terpejam atau terbuka membayangkan suatu tempat yang kita kenal atau tidak kita kenal, dekat atau jauh dari kita, dengan waktu yang tidak terbatas? Kalo saya pernah. Lalu apa artinya?
Itu dinamakan penglihatan kedua. Saya mungkin tidak mempunyai teori yang dapat membuktikan pernyataan saya itu. Tetapi mungkin penjelasan saya ini dapat membuat anda sendiri mengerti dan membuat pernyataan saya itu terbukti.
Sebenarnya secara normal atau manusiawi, manusia mempunyai 2 cara penglihatan, yang pertama adalah yang paling umum yang hampir semua orang bisa lakukan adalah dengan menggunakan MATA kita sendiri. Manusia mengenal sebuah objek atau beberapa objek melalui matanya. Segala sesuatu yang dicerap dan ditangkap oleh mata diproses terlebih dahulu di otak kita kemudian barulah kita mengenali objek tersebut dan meletakkan objek tersebut di memori otak kita. Ada beberapa orang yang menganggap dirinya dapat melihat sesuatu yang tidak terlihat oleh manusia biasa, yang biasanya disebut indera keenam (sixth sense). Itu adalah anugerah dari Tuhan yang menjadikan orang-orang tersebut memiliki mata yang spesial.
Namun mata utama kita ini mempunyai kelemahan, sekarang saya ingin bertanya kepada kalian, sejauh mana kalian dapat melihat dengan menggunakan mata itu? 1 km, atau 2 km? mungkin jika tempat itu datar atau rata dan tidak naik turun, kita dapat melihat lebih jauh, tetapi apakah kita dapat melihatnya dengan baik? Tentu tidak kan. Semakin jauh objeknya, maka mata kita semakin sulit untuk menangkapnya. Coba kalian lihat bintang-bintang di atas pada waktu malam hari. Jelas yang kalian lihat yang setitik-titik benda yang bercahaya, padahal nun jauh di sana itu adalah sebuah planet yang mungkin ukurannya jauh lebih besar dari matahari sendiri. Itu artinya mata kita tidak sanggup melewati itu.
Berdasarkan penjelasan di atas, mata utama yang selalu kita gunakan untuk melihat objek di sekitar kita ternyata mempunyai kekurangan yaitu jangkauan pandangan mata kita terbatas hanya ada di sekitar kita saja. Mata kita tidak dapat melihat benda di balik dinding, indahnya menara eifel di kota paris atau dahsyatnya lembah grand canyon, sesuatu yang jauh dan lepas dari tubuh kita.
Lalu, apa itu penglihatan yang kedua? Penglihatan yang kedua adalah dengan menggunakan pikiran kita sendiri. Suatu tempat yang kita bayangkan itu ternyata tidak hanya sekedar imajinasi atau khayalan belaka, tetapi ternyata itu adalah anugerah yang diberikan oleh Tuhan kepada kita di saat kita tidak dapat menggunakan mata utama kita untuk melihat atau mata kita tidak sanggup melihat suatu objek yang tidak terbatas tempat maupun waktunya.
Penglihatan kedua dapat dilakukan dengan menggunakan informasi dari beberapa atau seluruh indera yang kita miliki. Tanpa melihat kucing, hanya dengan mendengar suaranya saja kita dapat mengerti bahwa itu kucing. Bahkan kita dapat membedakan mana suara kucing yang asli dan mana yang tiruan alias dari suara manusia. Dengan indera peraba kita dapat membedakan lingkungan yang mempunyai perbedaan suhu, seperti di gurun dengan di daerah salju, tanpa kita harus melihatnya. Dengan indera penciuman, kita dapat membedakan daerah kumuh dengan daerah yang asri.